Genre: Sastra, romance, kontemplatif, drama Latar: Bali, Indonesia

BAB I - LAUT YANG MENGENAL NAMANYA

1.1 Di Antara Cahaya dan Kesunyian

Ada manusia yang datang ke Bali untuk mencari matahari.

Ada pula yang datang untuk mencari dirinya sendiri.

Ezhar Raditya datang karena alasan yang lebih sederhana: ia ingin melupakan.

Sudah hampir tiga bulan ia tinggal di sebuah rumah kecil di pinggir Ubud, jauh dari hiruk-pikuk Denpasar dan keramaian Kuta. Rumah itu berdinding putih, beratap genteng merah, dengan sebuah jendela besar yang menghadap sawah.

Setiap pagi, Ezhar bangun sebelum matahari muncul.

Ia membawa kameranya.

Berjalan.

Memotret.

Lalu pulang ketika matahari telah tinggi.

Ia memotret apa saja.

Kabut yang menggantung di antara pepohonan.

Petani yang menunduk di tengah sawah.

Burung-burung yang terbang melintasi langit.

Anak kecil yang berlari tanpa alasan.

Perempuan tua yang menyapu halaman pura.

Ombak yang pecah di pantai.

Tetapi tidak pernah dirinya sendiri.